Cara Mendapatkan Sertifikat CSMS

Cara Mendapatkan Sertifikat CSMS dan Persyaratannya

CSMS (Contractor Safety Management System) adalah sistem manajemen yang bertujuan untuk mengelola kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan

memastikan bahwa mereka memenuhi standar K3 sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Sementara itu, sertifikat CSMS adalah bukti bahwa perusahaan telah memenuhi aspek tersebut, dokumen ini biasanya dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek besar seperti tender.

Mengingat fungsinya yang tergolong penting, mungkin Anda merasa penasaran bagaimana cara mendapatkan sertifikat CSMS apakah mudah atau sulit?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut Anda bisa menyimak penjelasan yang sudah kami rangkum di bawah.

7 Tahapan untuk Mendapatkan Sertifikat CSMS untuk Proyek

Alur pengurusan CSMS cukup panjang dan tidak instan, kami akan berusaha menjelaskannya secara sederhana supaya Anda bisa memahami setiap prosesnya.

cara pengurusan csms1. Melengkapi Persyaratan

Pertama, adalah memahami apa saja persyaratan yang dibutuhkan untuk mengurus CSMS. Persyaratan harus lengkap dan sesuai, tidak lengkapnya berkas bisa menghambat proses pengurusan CSMS.

  • Akta pendirian perusahaan dan perubahannya
  • Izin lokasi (KKPR)
  • NPWP perusahaan
  • SK-PKP (Surat Keterangan Pengusaha Kena Pajak
  • Surat izin operasional
  • Identitas pemegang saham
  • Sertifikat Zero Accident (jika ada)
  • SMK3 Kemnaker (Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan)
  • UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup)
  • Sertifikat Ahli K3

2. Penyusunan Dokumen CSMS

Langkah selanjutnya adalah menyusun dokumen K3 sesuai dengan standar SMK3 seperti yang dijelaskan pada PP No.50 Tahun 2012 dan ISO 45001:2018. Adapun dokumen yang dibutuhkan antara lain:

  • Manual sistem manajemen K3
  • Prosedur pelatihan
  • Job Safety Analysis (JSA)
  • Prosedur investigasi insiden
  • Evaluasi kinerja K3
  • Pelaporan sumber bahaya dan masalah K3
  • Prosedur izin kerja
  • Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya (BKB)

4. Identifikasi Risiko

Setelah itu, dilanjutkan dengan proses identifikasi risiko terhadap kegiatan yang dilakukan oleh kontraktor saat berada di area kerja.

Penilaian risiko haruslah dilakukan dengan teliti dan berhati-hati, karena hal ini bisa mempengaruhi bagaimana prosedur preventif dan apa saja yang harus dipersiapkan nantinya.

5. Seleksi Kontraktor

Lalu, menetapkan kriteria kontraktor yang akan ditugaskan. Pilih kontraktor dengan kualifikasi dan pengalaman yang cukup untuk mengelola risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya dan pastikan untuk mengecek kembali sertifikasi keselamatan kerjanya.

6. Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan

Selanjutnya, siapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menguraikan secara detail bagaimana risiko akan dikenali, dinilai, dan dikelola. Program ini wajib memuat tata cara penerapan langkah-langkah pencegahan, penanganan kondisi darurat, proses laporan insiden, serta rencana K3 yang spesifik untuk lokasi kerja.

7. Pengajuan dan Evaluasi

Jika semua dokumen dan persyaratan sudah lengkap, kirimkan permohonan CSMS Anda ke badan atau lembaga sertifikasi yang berwenang. Sistem manajemen K3 Anda akan dinilai oleh mereka berdasarkan dokumen yang Anda serahkan dan mungkin juga melalui inspeksi lapangan.

Mengingat prosesnya yang cukup panjang, agaknya tidak heran jika sebagian besar perusahaan lebih memilih menggunakan jasa pengurusan CSMS untuk mempermudah tahapannya.

Konsultan yang berpengalaman dapat membantu perusahaan Anda untuk menyelesaikan setiap tahap yang ada. Nantinya, badan usaha hanya perlu memenuhi persyaratan, pengajuan dan permohonan CSMS.

Baca juga: 5 Manfaat Penting Penerapan SMK3 di Lingkungan Perusahaan

Mengapa Menggunakan Konsultan Lebih Baik?

Karena mereka sudah memahami alur dan setiap langkah-langkahnya. Tidak hanya itu, konsultan juga mengetahui persyaratan secara lengkap.

Contractor Safety Management System bisa selesai dalam sekali jalan, jauh lebih efisien dan efektif daripada melakukan semuanya secara mandiri yang seringkali memakan waktu lebih lama.

Namun, tentunya jangan asal pilih konsultan utamakan yang sudah berpengalaman dan memang kompeten di bidangnya.

Beberapa cara mudah untuk mengetahui hal ini antara lain:

  • Melihat pengalaman dari konsultan di bidang yang sama, mereka yang berpengalaman lebih dari 10 tahun kredibilitasnya cenderung sudah teruji
  • Berkonsultasi dan memahami bagaimana layanan yang mereka berikan serta bagaimana solusi atas pertanyaan-pertanyaan yang Anda miliki
  • Memastikan mereka mempunyai legalitas dan kantor yang jelas, meskipun sekarang serba online pastikan mereka adalah perusahaan yang resmi dan terdaftar

Dapatkan Solusi Pembuatan CSMS Bersama Adhikari.co.id

Punya kendala dengan pengurusan CSMS pada proyek Anda? Konsultasikan saja bersama tim adhikari.co.id, kami akan membantu Anda memproses sertifikat CSMS ini sampai terbit. PT Adhikari Kreasi Mandiri sudah beroperasi sejak 2012 sampai sekarang.

Kami berpengalaman di bidang pengurusan izin berusaha termasuk sertifikat seperti CSMS, SMK3, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui berapa biaya pengurusan CSMS dan persyaratan lebih lengkap bisa langsung menghubungi kami.

Share

Add Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *