Cek Keaslian SKK Konstruksi

Cara Cek Keaslian SKK Konstruksi, Pastikan Sertifikat Asli!

Sudah cek keaslian SKK konstruksi yang Anda miliki? Di era digital seperti sekarang ini risiko pemalsuan sertifikat semakin mudah dilakukan. Sebagai kontraktor yang cerdas tentu kita perlu pastikan bahwa sertifikat yang sudah dimiliki terbukti valid.

Jangan meremehkan hal ini, karena jika sampai Anda memiliki SKK Konstruksi tapi ternyata tidak resmi atau palsu ada beberapa dampak serius yang bisa dirasakan

  • Berkurangnya kredibilitas
  • Menimbulkan keraguan di mata klien
  • Tidak dipercayai oleh perusahaan dan pimpinan
  • Menurunkan reputasi dan value personal di dunia kerja

Oleh karena itu, agar hal semacam ini tidak terjadi Anda bisa cek dan pastikan bahwa sertifikat yang diurus terbukti asli. Kami akan jelaskan cara untuk melakukannya, simak di bawah.

Panduan Cek Keaslian SKK Konstruksi, Bisa Secara Online!

Tidak sulit, untuk mengecek asli atau tidaknya SKK konstruksi yang Anda miliki ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Menggunakan Aplikasi

Pertama, Anda bisa menggunakan aplikasi yang bisa diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Adapun untuk tahapannya sebagai berikut:

  • pengecekan skk konstruksiKetik pada kolom pencarian Play Store “cek skk”
  • Setelah itu, muncul beberapa pilihan aplikasi. Anda bisa mencoba beberapa pilihan seperti Jakontrust, Cek SKK LPJK, SKK Konstruksi Scanner
  • Kemudian, unduh salah satu aplikasinya dan buka
  • Selanjutnya, gunakan fitur “Scan sekarang” arahkan kamera ke bagian QR code sertifikat nanti hasilnya akan muncul.
  • Jika sertifikat asli dan diterbitkan oleh Kementerian PUPR/LPJK maka datanya akan muncul di layar

2. Menggunakan Website Resmi LPJK

Selain aplikasi, proses cek keaslian SKK konstruksi juga dapat dilakukan menggunakan website. Namun, ini lebih ditujukkan untuk cek status permohonan SKK yang sedang diajukan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka website halaman lpjk.pu.go.id/cek-permohonan-skk
  • Kemudian, pilih bagian data yang ingin Anda isi apakah ID izin atau NIK
  • Setelah itu, masukkan datanya di kolom yang tersedia dan isi bagian reCaptcha
  • Terakhir, klik pada tombol “Search” untuk mengetahui hasilnya

Metode pengecekan ini bisa Anda lakukan tanpa harus menginstall aplikasi. Tentu lebih praktis dan cepat.

3. Bertanya ke Pihak yang Profesional

Selain metode di atas, sebenarnya untuk mengecek keaslian SKK juga dapat Anda lakukan secara manual dengan melihat sertifikat kompetensi milik rekan kerja atau orang yang sekiranya memahami hal ini.

Jika menggunakan layanan konsultan pihak ketiga, pastikan mereka sudah berpengalaman dan terpercaya. Ini bisa mencegah risiko sertifikat tidak valid.

Bagaimana Cara Mengetahui SKK Konstruksi Tidak Valid?

Umumnya sertifikat kompetensi yang tidak valid atau datanya belum masuk ke pusat maka tidak akan muncul saat di scan atau cek menggunakan situs LPJK.

Meskipun demikian, ada kemungkinan juga sistem memerlukan waktu untuk mengupdate datanya. Namun, secara umum SKK yang asli itu pasti datanya terbaca.

Jika Anda sudah mengurus SKK konstruksi datanya belum kunjung muncul saat di scan maka ada baiknya untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Tujuannya agar kondisi ini tidak menghambat pemenuhan persyaratan.

Baca juga: Cara Mendapatkan SKK Konstruksi, Banyak Persiapannya!

Alur Mengurus SKK Konstruksi Secara Resmi

Bagi Anda yang berprofesi di dunia konstruksi, kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) menjadi syarat penting untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar kompeten di bidang tersebut. Prosesnya tidak serumit yang Anda bayangkan, namun tetap perlu mengikuti prosedur resmi. Berikut ini alurnya.

1. Memenuhi Syarat Administrasi

Langkah awal sebelum mengurus SKK Konstruksi adalah memastikan bahwa Anda telah melengkapi semua syarat administrasi. Dokumen-dokumen ini menjadi bahan verifikasi awal, sehingga penting untuk disiapkan dengan teliti. Beberapa dokumen yang wajib terpenuhi antara lain:

  • Fotokopi KTP yang masih berlaku dan pas foto berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar.
  • Ijazah pendidikan terakhir, minimal jenjang S1, S1 Terapan, atau D4 Terapan dari program studi yang relevan dengan bidang konstruksi.
  • Bukti keanggotaan asosiasi profesi yang resmi dan terdaftar di LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

Meski ketentuan di atas bersifat umum, setiap bidang spesialisasi atau level jabatan kerja bisa saja memiliki syarat tambahan.

2. Mengikuti Uji Kompetensi

Setelah semua dokumen lengkap, proses selanjutnya adalah mengikuti uji kompetensi. Ujian ini berlangsung di LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Tujuan utama uji ini adalah untuk memastikan bahwa calon pemegang SKK benar-benar menguasai keahlian teknis sesuai klasifikasi dan subklasifikasi pekerjaan konstruksi.

3. Penerbitan SKK

Tahap terakhir dalam alur pengurusan SKK Konstruksi adalah penerbitan sertifikat. Setelah terbukti kompeten oleh LSP, data peserta akan di input ke dalam sistem LPJK untuk proses validasi akhir. Jika semua data valid dan lengkap, maka LPJK akan menerbitkan SKK Konstruksi secara resmi.

SKK ini berlaku selama 5 tahun, namun wajib  perpanjangan secara berkala jika ingin tetap aktif, terutama apabila terjadi perubahan regulasi atau penyesuaian standar kompetensi.

Itu dia penjelasan mengani cara cek keaslian SKK dan proses pengurusannya. Belum punya SKK? Anda bisa menghubungi Adhikari.co.id untuk mempermudah prosesnya dengan jasa pembuatan SKK.

Share

Add Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *